Tuesday, March 31, 2009

Adakah DIA akan marah...?

Adakah keyakinan dan expressi iman kepercayaan kita akan ditentukan oleh segolongan politikus yang mementingkan diri sendiri?

Saya bercakap tentang larangan ke atas orang non-Muslim menggunakan tulisan dan sebutan "Allah". Atau adakah larangan itu hanya pada tulisan dan penerbitan dan bukan pada 'sebutan', atau kedua-duanya sekali? Yang penting ada larangan telah dikeluarkan. Larangan yang mendapat pelbagai reaksi bukan hanya di kalangan non-Muslim tetapi juga dari kalangan orang Muslim juga.

Saya tidak mahu hurai banyak la di sini. Saya tidak mau hurai dari segi sejarah dan teologi yang panjang lebar. Orang lain sudah buat itu. Kata orang,'I dont have to reinvent the wheel '.Saya hanya ingin bertanya "Adakah DIA (Allah), akan marah kalau orang-orang non-Muslim menyebut Nama itu?" Kalau DIA marah, apakah buktinya? Dalam kitab yang saya baca, yang saya percaya cerita-cerita dalam kitab saya ada juga dalam kitab Al-Quran, kalau DIA marah, akan berlaku pelbagai musibah ke atas manusia yang menyakiti hati-Nya. Tapi sejauh ini, sejak sebelum saya dilahirkan apakah musibah yang telah dijatuhkan ke atas kami yang telah dan sedang menggunakan sebutan "Allah" ini, jikalau memang salah kalau kami menggunakannya?

Tok Guru sendiri pernah berkata orang non-Muslim tidak salah kalau orang non-Muslim menggunakan istilah Allah. Jadi kenapa ada orang yang tahap perguruannya entah sampai di mana, yang mahu memandai-mandai melarang orang lain daripada menggunakannya?

Seperkara lagi, kalau dalam DIA (Allah), ada pengampunan dosa, bagaimanakah nanti orang berseru kepada Nama itu kalau orang non-Muslim dilarang daripada menggunakannya?

Kalian takut timbul kekeliruan? Masalah kekeliruan boleh diatasi dengan ajaran yang mantap. Jadi ajarlah belia dan beliawanis anda apa yang patut mereka faham dan amalkan.

Mengapa sibuk melarang orang berbuat benda yang baik? Bukankah menyebut Nama itu suatu amalan yang baik? Kalau ada orang yang menyebut Nama itu dengan sembarangan, DIA (Allah) tahulah bagaimana mengurus orang itu. Tapi setahu saya Allah itu kasih dan DIA paaaaaaaaaaaanjang sabar-Nya. Allah itu baik dan suka mengampuni sifat-Nya.

Mengapa sibuk melarang orang bebuat benda yang baik? Sepatutnya pihak penguatkuasa agama Islam dikerahkan untuk menutup semua tempat-tempat maksiat yang ada di sana-sini di seluruh negara..Mengerahkan tenaga kerja yang ada dalam membenteras pengedaran video-video lucah sebagai contoh... Siapa tahu pihak masjid dan gereja dapat bekerjasama dalam membentuk masyarakat yang lebih harmonis? Soal iman dan keyakinan biarlah menjadi pilihan hati peribadi, sebab akhirnya Tuhan bukan melihat apa yang diluar sahaja, tetapi Tuhan melihat apa yang sebenarnya di dalam hati setiap insan...

Saya nak tanya sekali lagi: Adakah DIA (Allah) akan marah?

Perisai & Pedang: Senyum-senyum selalu ;-)

Saturday, March 28, 2009

Yesus pun tidak tahu....?

Siapa sebenarnya 'Yesus' yang disembah oleh orang Kristian? Adakah Yesus ini Tuhan? Adakah Yesus ini Tuhan Allah Pencipta langit bumi laut dan segala isinya yang telah turun menjadi manusia? Seorang rajai boleh turun dari takthanya dan hidup seperti seorang rakyat biasa, tetapi seorang rakyat biasa tidak boleh menyamar sebagai seorang raja dan dapat terlepas dengan penipuannya!

Yesus adalah Tuhan Allah yang telah turun menjadi seorang manusia. Dia datang untuk menebus dan menyelamatkan manusia daripada dosa,neraka dan hukuman kekal. Alkitab berkata "Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal" (Yohanes 3: 16)

Tetapi benarkah Yesus itu Tuhan Allah yang telah menjadi manusia? Dasar iman orang Kristian adalah Alkitab (Firman Allah). Tapi apa kata Alkitab itu sendiri tentang Yesus?

Ada pihak tertentu yang suka memetik Matius 24: 36 untuk menyerang dan memperkecil-kecilkan iman Kristian. Pihak ini kalau menyerang orang nombor satu, tapi kalu pihak dan kepercayaan mereka diusik sedikit saja, besok-besok akan adalah gereja yang kena pecah, kena bakar, kena bom dsb dsb. Padahal seringkali saya nampak sticker di belakang kereta Kancil yang mengatakan agama mereka sebagai "a religion of peace". Sangat ironis!

Matius 24: 36 berkata "Tetapi tentang hari dan saat itu tidak seorang pun yang tahu, malaikat-malaikat di sorga tidak, dan Anak pun tidak, hanya Bapa sendiri."

Yesus sendiri tidak tahu hari kedatangan-Nya dan kesudahan dunia? Kalau Dia tidak tahu, bukankah itu membuktikan yang Yesus sebenarnya bukan Mahatahu? Sekiranya Dia Tuhan Allah yang menjadi manusia, kenapa Dia tidak tahu? Adakah Dia setakat pura-pura tidak tahu?

Ramai belia dan beliawanis orang Kristian yang kecundang imannya bila diperhadapkan dengan ayat ini dan pertanyaan yang dikaitkan dengannya seperti contoh di atas. Penyerang-penyerang dan pengkritik-pengkritik iman Kristian akan menggunakan Matius 24: 36 dan berkata "Tembelang Yesus pecah dengan ayat Matius 24:36 ini, di sini Yesus terang-terangan mengaku yang Dia bukan Tuhan, tapi ramai orang Kristian masih buta!".

Selain kesukaran memahami konsep Yesus sebagai "Anak Allah", ayat ini juga sulit dimengerti dan dijelaskan oleh ramai orang percaya. Ekoran daripada itu, bukan sedikit yang telah berpindah alamat dari segi kepercayaan mereka. Jadi apakah sebenarnya yang berlaku dalam Matius 24:36? Mengapa Yesus mengaku sebagai "tidak tahu" tentang hari kedatangan-Nya yang kedua kali dan tentang kesudahan dunia?

Penjelasan untuk Matius 24:36

Dalam ayat ini Yesus sedang bercakap sebagai seorang manusia 100%. Ayat Matius 24:26 ini dikatakan Yesus dalam konteks-Nya sebagai manusia biasa. Dan sebagai seorang manusia, pengetahuan adalah terbatas. Tanpa campurtangan dan Wahyu dari Tuhan, adalah mustahil untuk mengetahui apa bakal berlaku di masa hadapan. Sewaktu hidup sebagai manusia sempurna, Yesus perlu melalui semua yang perlu dilalui oleh manusia, hanya Dia tidak berbuat dosa. Alkitab berkata Yesus telah "mengosongkan diri-Nya" (Filipi 2: 6-8). Dia telah mengosongkan diri-Nya supaya Dia dapat menggenapi semua tuntutan Hukum Taurat supaya Dia dapat manjadi "Anak Domba Allah yang menghapus dosa dunia" (Yohanes 1:29). Dalam hidup Yesus sebagai manusia, Dia tidak menggunakan kuasa yang ada pada-Nya sendiri, tetapi Dia hidup sepenuhnya sebagai seorang manusia yang serba terbatas dan bergantung penuh kepada pimpinan dan kuasa Roh Kudus. Roh Kudus telah turun memenuhi-Nya sewaktu Dia dibaptis Yohanes Pembaptis. Sebab itu Yesus berkata "Roh Tuhan ada pada-Ku, oleh sebab Ia telah mengurapi Aku, untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin; dan Ia telah mengutus Aku untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan penglihatan bagi orang-orang buta, untuk membebaskan orang-orang yang tertindas, untuk memberitakan tahun rahmat Tuhan telah datang." (Lukas 4: 18-19). Dalam hidup-Nya sebagai manusia, dalam pimpinan kuasa Roh Kudus, Dia telah menggenapi tuntutan Hukum Taurat dalam hidup dan dalam kematian-Nya. Kerana Dia tidak berdosa maka kubur dan maut tidak dapat menahan-Nya sehingga setelah tiga hari Yesus Kristus telah bangkit sebagai Pemenang!!

Jadi kita kena faham Matius 24:36 dalam konteks Yesus berkata-kata dari sudut seorang manusia yang terbatas pengetahuannya. Ini bukan ayat untuk menyangkal keTuhanan Yesus Kristus bila kita melihatnya dalam konteks karya penebusan Kristus.

Jadi tidak ada tembelang Yesus yang pecah sebenarnya...

Ada sesiapa nak tambah?








Tuesday, March 24, 2009

Kekayaan yang sebenarnya...

Miskin di hadapan Allah dan tidak kaya di hadapan Allah adalah dua perkara yang berbeza.

Tuhan Yesus berkata

"Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan syurga"(Matius 5:3).

Di tempat lain Tuhan Yesus memberi contoh seorang kaya yang bodoh

"Ada seorang kaya, tanahnya berlimpah-limpah hasilnya. Ia bertanya dalam hatinya: Apakah yang harus aku perbuat, sebab aku tidak mempunyai tempat di mana aku dapat menyimpan hasil tanahku. Lalu katanya: Inilah yang akan aku perbuat; aku akan merombak lumbung-lumbungku dan aku akan mendirikan yang lebih besar dan aku akan menyimpan di dalamnya segala gandum dan barang-barangku. Sesudah itu aku akan berkata kepada jiwaku: Jiwaku, ada padamu banyak barang, tertimbun untuk bertahun-tahun lamanya; beristirahatlah, makanlah, minumlah dan bersenang-senanglah! Tetapi firman Allah kepadanya: Hai engkau orang bodoh, pada malam ini juga jiwamu akan diambil dari padamu, dan apa yang telah kausediakan, untuk siapakah itu nanti? Demikianlah jadinya dengan orang yang mengumpulkan harta bagi dirinya sendiri, jikalau ia tidak kaya di hadapan Allah."(Lukas 12: 16-21)

Miskin di hadapan Allah bercakap tentang 'menyedari keadaan kita yang berdosa dan tidak ada yang kita dapat bangga atau harapkan di hadapan Allah. Kita hanya berharap dan berserah sepenuh kepada anugerah dan belas kasihan-Nya. Dalam menyedari keadaan kita yang "miskin" kita akan datang kepada-Nya dengan penuh kerendahan hati dan sentiasa datang dengan pengakuan dosa dan memohon agar terus menerus disucikan (1 Yohanes 1:9) dan dikuatkan (Yesaya 40:31). Orang yang miskin di hadapan Allah adalah orang yang sentiasa menyedari keadaannya di hadapan Tuhan dan sentiasa berharap kepada-Nya. Orang seperti ini menyedari bahawa di luar Tuhan, kita tidak dapat berbuat apa-apa (Yohanes 15: 5).

Tidak kaya di hadapan Allah merupakan kemiskinan yang sesungguhnya. Sungguh menakutkan kalau ini berlaku pada kita setelah kita bersusah payah bekerja mencari wang dan mengumpulkan harta benda dalam dunia ini. Keadaan ekonomi dunia yang tidak menentu sekarang ini membuktikan kebenaran kata-kata ini. Kekayaan dalam dunia ini ada batas gunanya. Peribahasa 'semut mati kerana gula' sesuai benar untuk orang-orang semacam ini. Kita semua perlu bekerja dan menabung, Firman Tuhan menasihatkan kita agar mencontohi semut yang rajin bekerja (Amsal 6: 6-8) tetapi janganlah sampai kita lupa siapa kita, dari mana kita, di mana kita dan kemana kita akan pergi. Orang kaya bodoh ini lupa semua itu. Pada fikirannya kehidupan dalam dunia ini hanyalah untuk bersenang-senang saja. Sekarang ini saya fikir ungkapan "the American Dream" iaitu "sandy beaches drinking rum every night" sudah sudah tinggal siulan, nyanyian dan yalah..... tinggal "American dream".. Sesungguhnya Tuhan sedang menggoncangkan dunia agar tinggal tetap apa yang tidak dapat digoncangkan.. (Ibrani 12: 26-29). Apakah yang tidak dapat digoncangkan? Iman kita (Lukas 18: 8, 1 Yohanes 5: 4-5)

Apakah sepatutnya yang diperbuat oleh orang kaya ini agar tidak dilabel Tuhan sebagai 'orang kaya yang bodoh?'

  1. Orang kaya perlu bersyukur (Mazmur 50:14, 23)
  2. Orang kaya perlu membayar persepuluhannya (Maleakhi 3: 10)
  3. Orang kaya perlu kaya dalam berbuat baik, menjadi kaya dalam kebajikan, suka memberi dan membagi (1 Timotius 6: 17-19)

Kita diselamatkan dengan anugerah kasih karunia Tuhan (Efesus 2: 8) dan bukan dengan amal- baik kita. Kita tidak dapat diselamatkan dengan jalan berbuat baik kerana semua orang telah berbuat dosa dan upah dosa adalah maut. Yesus Kristus perlu mati disalib bagi menanggung hukuman dosa manusia dan darah-Nya yang tercurah menyucikan kita (yang percaya) daripada segala jenis dosa. Aamal baik yang kita lakukan setelah percaya dan menerima Yesus Kristus ke dalam hati semata-mata suatu ungkapan kepada apa yang telah berlaku dalam hati kita dan yang pasti sudah menjadi milik kekal kita iaitu:keselamatan. Orang yang tidak mempunyai hati yang suka memberi dan membagi berkemungkinan besar belum memiliki dan mengalami pemberian terbesay yang Tuhan Allah dapat berikan kepada manusia iaitu diri-Nya sendiri sewaktu Dia datang sebagai manusia di dalam Tuhan Yesus Kristus.

Saya tidak menggunakan istilah "anak Allah" sebab itu selalu di salah mengerti dengan pengertian biologi. Sebenarnya istilah "anak Allah" jangan di salah mengerti dengan pengertian biologi melainkan dengan pengertian yang saya sebut sebagai 'pengertian kata hubungan dan fungsi'. Apakah kata hubungan dan fungsi di antara mangga dengan anak kunci? Di antara kunci pada daun pintu dengan anak kunci? Pernahkah mangga kunci mengandung sembilan (9) bulan lalu melahirkan anak kunci? tetapi mengapa disebut sebagai anak kunci? Ia disebut anak kunci sebab hanya dengan anak kunci mangga dan daun pintu dapat di buka. Hanya dengan anak kunci kita dapat membuka rahsia disebalik pintu atau banrang-barang yang berkunci. Bukankah begitu? Jadi apabila kita menggunakan istilah Yesus Kristus sebagai "Anak Allah" sebenarnya bukanlah Allah itu beranak, melainkan Yesus itu adalah kunci satu-satunya yang dapat membuka dan membawa kita mengetahui dan memahami rahsia Allah yang perlu difahami kita. Ada juga bapa-bapa yang berfikiran pendek bila memarahi anaknya akan membentak "Bodoh! Anak anjing!" Bilamasa pula si bapa ni "projek" dengan anjing??? Kenapa disebut anak sendiri sebagai 'anak anjing'? Kerana sifat anak sewaktu di marahi itu barangkali seperti anjing sehingga menimbulkan kemarahan si bapa. Boleh mengerti? Jadi disebut "Yesus Anak Allah" itu maknanya 'Yesus bersifat Allah' dan memangpun Dia adalah Allah yang menjadi manusia. Tuhan Allah memang tidak beranak dan Dia pun bukan diperanakkan!

Kita bercakap tentang kekayaan yang sebenarnya...

Jadi apakah jalan supaya kita sentiasa 'kaya di hadapan Tuhan?'

1. Tidur secukupnya, jangan berlebihan (Amsal 6: 10-11, 24: 33-34)
2. Tetap masa teduh peribadi (Mazmur 5,Mazmur 108:3, Markus 1: 35, Kisah 5:21)

Amalan masa teduh peribadi seumpama bunga yang membuka kelopaknya untuk sinar mentari di pagi hari. Akibatnya bunga mengeluarkan haruman dan keindahannya kepada persekitarannya.. Kombinasi baja dan sinaran matahari membuatkan bunga indah dan memberkati. Demikian juga kombinasi Firman yang kita baca dan renungkan dalam hadirat Tuhan akan membuatkan kita harum dan indah kepada persekitaran kita... (Tetapi bau kematian bagi mereka yang akan biasa! Orang-orang yang tidak mengenal Tuhan 'sakit mata' melihat anak-anak Tuhan..)

3. Terus hidup sebagai persembahan hidup setiap hari (Roma 12: 1-2)
4. Terus mengalir dalam perbuatan baik, kebajikan, memberi dan membagi (1 Timotius 6: 17-19, Yohanes 7:38)


Kekayaan yang sesungguhnya adalah kehiduapan yang berkelimpahan, kehidupan yang mengalir keluar, di mana saja dan bila saja .. ada saja orang yang diberkati oleh Tuhan di dalam dan melalui kita. Yesus, Putra Allah memilih pasangan miskin untuk datang ke dalam dunia, hidup cara yang sangat sederhana..namum kekayaan terucah dari mulut dan kehidupan-Nya. Dia mati, dikuburkan dan dibangkitkan dari kematian semata-mata supaya anda dan saya dapat mengenal, menerima dan memiliki kekayaan yang sesungguhnya...

Pada hari ini, hitunglah dan kongsikanlah berkat-berkat-Nya....! ;-)

Friday, March 20, 2009

Seperti layang-layang putus tali...

Siapakah yang tidak suka kepada layang-layang? Saya yakin semua orang sukakan layang-layang. Seawal berumur 6 tahun saya sudah bermain layang-layang bersama abang-abang dan kawan-kawan sekampung. Seronok sekali masa bermain layang-layang. Apa yang seronok saya ingat sekarang adalah proses pembuatan layang-layang. Kami tidak membeli layang-layang, tapi kami membuat layang-layang menurut citarasa masing-masing.

Kalau kami bermain, kami akan bertanding layang-layang siapakah yang dapat naik paling cepat ke tempat paling tinggi. Ada pula sewaktu-waktu layang-layang kami akan dilagakan di antara satu sama lain seperti burung-burung yang sedang berkelahi di angkasa.

Tetapi saya pernah tidak berpuas hati dengan layang-layang.. Saya merasa sedih sebab layang-layang tidak dapat bergerak dan terbang sendiri. Layang-layang sangat bergantung kepada angin, tali dan 'tuan'nya.

Saya ingat kata-kata seorang kawan rapat yang berkata "Pelayanan itu seperti menerbangkan layang-layang. Kita dapat beli layang-layang yang cantik atau membuat layang-layang yang cukup cantik dan megah.. tetapi kalau tidak ada angin, dapatkah layang-layang kita itu terbang? Kita dapat membuat layang-layang, tetapi dapatkah kita membuat angin? Sebagaimana dengan layang-layang yang tidak ada angin, demikian jugalah pelayanan yang tidak disertai dengan angin Roh Kudus... Saya sangat suka dan bersetuju dengan gambaran yang diberikannya..

Kehidupan dalam hubungan dengan Tuhan dalam Firman-Nya juga dapat diibaratkan dengan permainan layang-layang. Suatu waktu si layang-layang yang sudah naik tinggi di angkasa melihat pemandangan yang ada di bawahnya. Layang-layang melihat jauh. dan ternampak keindahan di tempat lain. Layang-layang teringin ke sana tapi tak terdaya kerada ada tali yang mengikatnya ke 'tuan' yang di bawah. Layang-layang mula merasa terkongkong. Layang-layang mula meronta-ronta mahu melepaskan diri. Akhirnya dia berjaya memutuskan tali ke tuannya. Untuk seketika layang-layang menarik nafas lega... "Wah, bebas...aku kini bebas. Bebas bak burung terbang..." Layang-layang menikmati udara bebas sekejap. Kemudian layang-layang cuba untuk terbang. "Eh, kenapa ni? Kenapa saya tidak dapat terbang semau saya? Kenapa saya mula hilang ketinggian? Tuan, tuan.. di mana ko?" Akhirnya layang-layang jatuh tersadai di atas semak berduri sehingga layang-layang yang cantik megah tadi kini koyak rabak dan patah....

Bila kita mahu hidup di luar kehendak Firman Tuhan, hidup kita akan berakhir seperti dengan layang-layang yang putus tali...

Anda ada gambaran lain yang lain yang dapat menolong sesama kita?

Wednesday, March 11, 2009

Di persimpangan iman...

Akhir-akhir ini ada beberapa orang sibuk mempertikai tentang istilah ‘Allah’ yang tidak boleh digunakan oleh non-Muslim. Sebelum saya lahir ke dalam dunia, orang-orang Kristian di Sabah sudah lama menggunakan sebutan itu untuk Tuhan. Kalau pada nama Allah ada pertaubatan dan jalan keselamatan, mengapa melarang orang lain daripada menggunakannya? Saya rasa Tuhan sendiri merasa hairan bila melihat gelagat sesetengah manusia yang cuba "membela Tuhan'. Manusia tidak perlu membela Tuhan, Dia dapat membela diri-Nya sendiri. Manusia itulah yang memerlukan pembelaan. Dalam posting kali ini saya mahu bercerita pengalaman peribadi saya sewaktu saya mencari Siapa sebenarnya Tuhan itu...

Saya harap tulisan saya ini tidak disalahmengerti atau sengaja disalahertikan sebagai “menghina” pihak tertentu. Jauh daripada itu. Sahabat yang saya anggap paling karib pun adalah seorang Muslim. Malangnya kami sudah putus hubungan sejak Tingakatan 4. Saya respek sangatlah kawan yang saya panggil sebagai 'Nat' itu. Saya respek keluarganya. Walaupun saya tak sempat bertandang ke rumahnya di Langkawi, tetapi melihat foto keluarganya saya tahu keluarga ini bukanlah calang-calang dari segi ikatan keluarga. Saya terharu pada suatu hari sewaktu keluarganya menghantar Nat kembali ke asrama, saya ternampak Nat mencium tangan abahnya. Jauh dalam hati kecil saya, saya merasa cemburu melihat keakraban dan kemesraan keluarga itu. Masa itu kami baru tingkatan 1. Bukan itu saja, malah saya sangat menghormati kawan saya ini sebab dia sajalah dari antara ramai kawan yang pernah berkata “Joe, hari ini Ahad kan? Awat hang tak pi church?Hang kan seorang Kristian?” Saya tersentuh dengan pertanyaan itu...


Saya menghadapi kesulitan ke gereja pada hari Ahad pada masa itu sebab hari Ahad merupakan hari persekolahan di negeri kedah. Saya ingat lagi sewaktu di sekolah rendah kami belajar “Sivik”. Dalam kelas sivik, kami di ajar untuk saling menghormati budaya dan kepercayaan sesama rakyat Malaysia. Saya dapati brother ini kaya dengan siviknya. Pertanyaannya itu telah mencetus beberapa pertanyaan dalam diri saya “Kenapa saya tak ke gereja? Tapi ke gereja itu untuk apa? Adakah saya ini seorang Kristian? Apakah yang membuat saya ini seorang Kristian?” Setahu saya, saya hanya di lahir dalam keluarga yang mengaku sebagai orang-orang Kristian. Tetapi pada masa itu “haram apa-apa pun aku tak tau " (ini loghat Kedah..)

Saya memperhati kawan-kawan sekeliling saya. Mereka semua orang yang baik-baik. Ada la beberapa kes budak nakal, saya pun pernah didera orang itu, mata saya merah ditumbuk sewaktu saya masih sedang tidur. Ada juga seorang senior yang memaksa saya berinjut @ ketok-ketampi sebanyak 1000 kali. Ya .. SERIBU kali. Tapi pada keseluruhannya mereka ini baik-baik belaka. Saya tidak berdendam.

Satu hal yang saya perhatikan pada masa itu adalah saya tidak dilarang daripada menyebut perkataan ‘Allah’. Malah saya sangat digalakkan. Saya diajar menyebutnya dengan betul, malangnya lidah orang Dusun Sabah ni tak dapat menyebutnya dengan betul (hahahahahaha). Saya juga diajar menyebut ucapan untuk memeluk Islam. Ada di antara kawan-kawan yang agak bersifat fanatik berkata dengan menyebutnya maka saya sudah menjadi seorang Islam. Tetapi beberapa kawan yang lain membantah dengan mengatakan saya belum boleh dikatakan telah memeluk agama itu sebab itu belum disebut dengan niat hendak memeluk agama, belum dengan penuh pengertian dan bukan juga dengan seikhlas-ikhlas hati. Bila mereka melayan saya sedemikian, rasa hormat terhadap mereka semakin menebal.

Tetapi suatu hari rasa hormat yang mula menebal itu hancur sama sekali...

Seorang ustaz datang dan meminjam Bible yang ada pada saya. Kawan-kawan sebilik memberitahunya bahawa saya memiliki Bible. Saya dengan senang hati meminjamkan kepada ustaz tadi. Memang masa tu saya belum tau bagaimana membaca atau apa manfaat membaca Bible. Saya juga belum tahu bahawa ada kitab Kristian yang disebut sebagai ‘Alkitab’ pada masa itu. Sebenarnya, saya senang hati apabila kitab Bible itu diambil daripada saya sebab saya juga merasa sedikit segan hendak membuka apalagi membacanya dalam bilik asrama yang ada seramai lebih 30 orang penghuni. Jelas sekali kawan-kawan merasa ganjil, takut atau tidak merasa selesa dengan adanya Bible itu dengan saya. Masa tu saya sedikit hairan juga dengan sikap kawan-kawan yang sangsi dengan saya dan Bible yang ada pada saya. Jadi apabila Bible itu ‘dipinjam’ saya akui saya merasa lega sedikit. Kawan-kawan pun kembali rapat seperti biasa dengan saya..

Tapi kenapa membakar Bible saya??

Beberapa minggu berlalu. Saya sudah lupa tentang Bible yang telah dipinjam itu. Saya juga tidak mengambil tahu sangat. Pada suatu hari sewaktu melintasi rumah ustaz tersebut untuk ke sekolah, saya ternampak sebahagian daripada kulit Bible saya yang tidak terbakar. Gumpalan debu hitam masih berasap dengan kulit Bible di atasnya. Saya terkejut dalam hati. Sebahagian hati kecil saya berkata “Sekarang saya tak usah baca Bible ni lagi”. Tetapi sebahagian kecil hati saya pula berkata “Kenapa membakar Bible saya? Apa haknya membakar yang bukan miliknya..?" Saya tidak pun diberitahu yang saya tidak boleh ada Bible dalam locker saya. Kejadian itu membuat saya berfikir dan bertanya “Apakah yang ada dalam Bible sehingga ada orang yang takut kepadanya dan mahu pula membakarnya? Kenapa buku-buku lucah yang disembunyi kawan-kawan tidak dilaporkan kepada ustaz dan selepas itu dibakar? Kenapa banyak-banyak bahan jahat yang ada, Bible pula yang dibakar?” Kejadian itu telah membuat semakin mahu mencari kebenaran Tuhan. Sebab itu saya tidak membuang peluang untuk ke gereja setiap hari Ahad apabila saya pulang bercuti di Sabah sempena cuti panjang sekolah setiap hujung tahun.

Saya ingat dengan jelas pengalaman di suatu hari Jumaat. Kawan-kawan Muslim semua ke masjid. Kawan yang Hindu ke kuil. Saya kesunyian. Saya merasa tiada arah, erti dan tujuan hidup. Apa erti hidup ini? Kenapa saya ada dalam dunia ini? Keadaan saya lebih perih terasa apabila kawan-kawan Muslim mengatakam yang saya akan dibuang dan menjadi kayu api dalam neraka kekal apabila saya meninggal nanti sebab saya ini seorang “Kristian”. Kenyataan seperti itu membuat saya merasa sangat sedih. Hati kecil saya memberontak dan inginkan jawaban “Jadi untuk apalah hidup ini kalau akhirnya saya akan mati dan akan menderita di neraka? Untuk apakah semua perbuatan baik yang diminta daripada saya kalau akhirnya semua itu tidak akan menghasilkan apa-apa? Bukankah lebih baik saya hidup mengikut semau nafsu kerana akhirnya saya akan dibuang ke neraka? Adakah jalan keluar daripada keadaan ini? Adakah sesiapa yang dapat menolong saya untuk mengerti semua ini?” Saya semakin banyak berdialog dengan diri saya. Saya baru berumur sekitar 13 tahun ketika itu.

Saya tidak suka pada persoalan yang tidak terjawab. Satu “ujikaji” perlu dilakukan. Pembaca kena bertanya kepada saya secara peribadi apa “ujikaji” yang telah saya jalankan itu. Ada la sebab musabab kenapa itu tidak dapat ditulis dalam sini. :-)

Tetapi ujikaji itu membawa saya semakin dalam dalam kekusutan persoalan saya. Saya ingat lagi saya melutut menangis selepas membuat "ujikaji' itu dan berkata “Tuhan, siapakah Engkau? Siapakah saya ini? Untuk apa saya ada di dunia ini? Adakah saya akhirnya akan dibuang ke neraka? Untuk apakah hidup kalau akhirnya begitu? Tuhan, siapakah Engkau? Apakah jalan untuk datang kepada-Mu? Tuhan, saya tidak mahu mati sebelum saya tahu jalan yang benar untuk datang kepada-Mu. Kalau Islam jalan kepada-Mu, tolonglah supaya saya dapat menjadi seorang Muslim. Tetapi kalau jalan kepada-Mu ada di dalam Kristian, tolong saya untuk mengerti dan menjadi seorang Kristian yang sebenarnya. Saya tidak mahu mati sebelum berjumpa jalan kepada-Mu. Kalau nanti Tuhan tunjukkan jalan kepada-Mu, maka saya akan memberitahu semua orang jalan kepada-Mu terutama sekali kepada setiap orang yang berada di persimpangan iman seperti saya sekarang ini...”

Dipendekkan cerita, pada tahun 1984 saya telah ‘ditangkap’ oleh Tuhan. Sekarang saya cukup faham tentang Tuhan Allah yang kerana kasih-Nya yang begitu besar akan isi dunia ini telah menjadi seorang manusia (Yesus) untuk menyelamatkan manusia daripada hukuman neraka kekal dengan jalan mati di kayu salib bagi setiap orang berdosa (Yohanes 1:1-3, 14, 3:16).

Iman Kristian tidak mempersenda-sendakan sebutan 'Allah". Kami juga dilarang untuk menyebut nama Tuhan dengan sembarangan. Itu cukup jelas dalam Hukum 10 (Baca di Keluaran 20). Iman Kristian juga bukan menduakan atau mentigakan Tuhan. Iman Kristian percaya kepada Tuhan Allah yang maha berkuasa yang boleh melakukan apa sahaja menurut kerelaan kasih dan kuasa-Nya. Orang Kristian menyembah Tuhan yang Maha Esa. Tuhan Allah ini wujud dalam tiga penyataan diri yang disebut sebagai ‘Tri-Tunggal’ yang sebenarnya istilah itu tidak ada dalam Alkitab. Istilah ini dibuat manusia dalam usaha mahu mengerti lebih dalam lagi tentang Tuhan. Tetapi dalam usaha mahu mengerti, malangnya manusia lebih banyak dibingungkan dan tidak kurang pula yang tersandung dengan istilah itu sehingga orang-orang Kristian disebut sebagai menyembah “Tiga Allah”... Sebenarnya tidak. Orang Kristian hanya menyembah Satu Tuhan iaitu Allah yang Esa. Sebab siapakah yang dapat menyelami lautan Atlantik, Laut Cina Selatan dsb dsb dalam kemampuan sebagai seorang manusia biasa?? Inikan pula mahu menyelami Allah, Pencipta langit, laut, bumi bahkan seluruh alam semesta ini?? Nenek moyang kita saja kita sudah sukar untuk jelaskan asal usul mereka, inikan pula mahu menjelaskan tentang Tuhan Allah yang kekal? Fikir-fikirkanlah sejenak...


Ada seorang pujangga berkata “Tuhan Allah: Kalau hendak mengerti-Nya, kita akan kehilangan ‘kepala’ kita; kalau kita hendak membuang-Nya; kita akan kehilangan nyawa kita”.

Pada hari ini saya tidak perlu bersusah payah belajar cara sebutan “Allah” seperti yang cuba diajarkan kawan-kawan sewaktu di Tingkatan 1 dulu. Sebab Tuhan sebenarnya melihat ke dalam hati kita. Lagipun hari ini, apabila Roh Allah masuk ke dalam hati saya, maka Roh Allah dan roh saya bersama-sama berseru, “Ya Abba, ya Bapa”.. (Roma 8: 16)

Saya yakin Allah Bapa di syurga merasa sedih sebab sekarang ini ada segelintir manusia yang memandai-mandai cuba menghalang orang-orang percaya dariapada menggunakan istilah 'Allah'. Tetapi Dia tidaklah terlalu sedih sebab Dia merasa lebih sedap apabila kita memanggil-Nya “Bapa”. Tetapi kita hanya dapat memanggil-Nya “Bapa” apabila kita sudah memiliki Kristus dalam hati kita, sebab ada tertulis “barangsiapa menerima Dia, diberi-Nya kuasa untuk menjadi anak-anak Allah” (Yohanes 1:12)

Pada hari ini, apabila anda berada di persimpangan iman seperti yang pernah saya alami, maka pilihlah Kristus. Dia tidak akan pernah mengecewakan anda.

Apa kata mu?

Sunday, March 01, 2009

"Iblis, kau pasti akan menyesal!"

Tidak Alkitabiah? Cerita yang dibikin-bikin? Publisiti murahan? Tidak seperti yang diajar di sekolah Alkitab mahupun seminari? Penyampaian khutbah tidak seperti yang diajar dalam kelas homiletika? Ini tidak ngam dengan doktrin gereja SIB...

Barangkali itulah yang bermain di dalam kepala sesetengah orang terutama yang bergelar 'pastor'. Saya bilang begini sebab saya juga ada berfikiran begitu.

Saya merujuk kepada salah satu kesaksian yang diselitkan dalam khutbah sempena pertemuan pemimpin-pemimpin dan pekerja penuh masa gereja SIB baru-baru ini. Hamba Tuhan memberi kesaksian tentang bagaimana anak perempuannya yang berumur 14 tahun dijangkiti kuman di otak dan sudah berada di ambang maut. Pada ketika itu segala sesuatu seperti hancur dalam hatinya. Dia malah berkata pada dirinya dan kepada Tuhan.. "Selepas ini mana mungkin saya dapat mendoakan orang yang sakit lagi". Dokter pakar berkata akan berusaha sebaik yang mungkin tetapi anaknya besar kemungkinan akan mati menjelang awal pagi. Dan ketika itu jam sudah menunjukkan jam 2.30 pagi. Si hamba Tuhan ini mula hilang harapannya.. Tidak tahu apa lagi yang hendak dilakukan selain terus memohon dan memohon kepada Tuhan, tapi dalam masa-masa seperti itu Tuhan rasanya terlalu jauh dan seakan-akan tidak mendengar...

Tiba-tiba...

Tiba-tiba, sewaktu perasaan yang sangat tertekan, iman mulai muncul dalam hatinya. Dia tiba-tiba menjadi sangat marah kepada Iblis.. Dia mula bangkit dan berkata ke arah tubuh anaknya yang tidak sedar diri terlantar di katil "Iblis! Kau pasti menyesal kerana menyentuh anak dan famili saya! Kalau anak saya ini mati, kau pasti akans angat menyesal!! Kalau anak saya hidup pun, kau tetap akan menyesal, sebab kau telah sentuh keluarga saya!!"

Wooooo....... ! Meremang bulu roma! Saya pernah menengking Iblis pergi daripada mengganggu fikiran saya, saya juga pernah menengkingnya keluar dari bilik tidur sewaktu masih di sekolah Alkitab duuuuuuuuulu.... tapi pengalaman hamba Tuhan yang satu ini memang sangat luarbiasa...

Kamu tahu apa yang terjadi pada anak yang otak dijangkiti kuman itu? Sekitar jam 10 pagi, sedang bapanya (si hamba Tuhan) duduk di sisi katilnya dan meletakkan kepala pada tilam, anak perempuannya mengalihkan badan ke arahnya dan mengorakkan senyuman kepadanya...

Anak itu sembuh total!

Hamba Tuhan pandai memberi kata-kata penghiburan kepada jemaat bila dia berkata, "Saya tahu ramai di antara kita yang telah kehilangan anak kepada penyakit, tetapi itu bukan alasan untuk tidak percaya dan terus berharap kepada Tuhan..."

Keesokan harinya saya masih teingat kepada kata-kata si hamba Tuhan tadi .. "Iblis kau akan sangat menyesal! (Devil, you will regret the day you picked up on my daughter and my family! You will regret this..! ).

Saya mula berfikir "Bagaimana mungkin manusia dapat berkata begitu? Apa dasar kami? Bagaimana pula Iblis akan menyesal? Apa maksudnya?"

Tiba-tiba satu ayat Firman Tuhan muncul di benak hati saya .. Ayat Firman Tuhan itu berkata


"Tidak tahukah kamu, bahwa kita akan menghakimi
malaikat-malaikat?"


Lihat dalam 1 Korintus 6:3

Malaikat-malaikat yang akan dihakimi orang-orang kudus (orang-orang yang percaya kepada Kristus) merupakan malaikat-malaikat yang telah memberontak terhadap Tuhan. Seramai 1/3 malaikat-malaikat telah memberontak bersama Lucifer (Yesaya 14:12-15, Wahyu 12:1-9). Iblis dan pengikut-pengikutnya inilah yang akan dihakimi orang-orang kudus! Yang dimaksudkan Paulus dalam 1 Korintus 6:3 adalah malaikat-malaikat yang telah jatuh, yang sekarang lebih dikenali dengan sebutan "Iblis dan roh-roh jahat" atau "Iblis dan setan-setan"..

Bagaimana nanti penghakiman ke atas malaikat-malaikat dijalankan? Itu kita sama-sama tunggu apabila kita sampai di sana kelak...

Saya beberapa ayat yang kita perlu taati dan gunapakai pada hari ini

  1. "Usirlah setan-setan" (Matius 10:8)
  2. "Karena itu tunduklah kepada Allah, dan lawanlah Iblis, maka ia akan lari dari padamu!" (Yakobus 4:7)
Luarbiasa kan Tuhan kita?