Sunday, January 23, 2011

MEGAH DALAM DERITA

Megah dalam derita

Roma 5: 3-4

Apakah kesenggsaraan yang dimaksudkan Paulus di sini?

Pembacaan dan penyelidikan atas kitab ini memberikan kita dua jenis kesengsaraan.

1. Kesengsaraan dalaman (Roma 7: 13-26).

2. Kesengsaraan luaran (Roma 8: 35).

Saya mau bercakap tentang sengsara dalaman. Tajuk renungan ini adalah ‘MEGAH DALAM DERITA’

Kita perlu akui bahawa sementara ada sukacita berlimpah dalam mengikuti Tuhan, ada juga banyak waktu di mana kita merasa “sengsara dalaman” ini. Sengsara ini datang bila ada “urges” (keinginan-keinginan) untuk melakukan apa yang kita suka tapi menghirau risiko tindakan kita. Alkitab terjemahan Indonesia menyebut hal ini sebagai “keinginan daging” iaitu sesuatu yang bertentang dengan perintah dan kehendak Tuhan.

Dalam setiap orang, dan ini lebih kuat dalam seorang lelaki, keinginan-keinginan ini ada. Sehingga kalau kita tidak tahu bagaimana menanganinya akan membuat tubuh rasa sengsara. Apalagi kalau kita sudah biasa melayanan kehendak daging. Kalau tidak dilayan kehendak daging maka ‘ketagihan; itu yang mengatasi pertimbangan sihat sehingga kita terus terus melakukan apa yang kita rasa tidak betul tetapi tidak berdaya untuk memutuskan tabiat yang mengikat dan memenjarakan kita.

Paulus tidak terkecuali. Dia bercakap dari dalam pengalamannya sebagai orang yang sudah percaya dan telah menerima Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan Penyelamatnya. Dia bercakap tentang dirinya yang sudah didiami oleh Roh Kudus. Paulus juga mempunyai keinginan-keinginan hendak melakukan dosa. Dalam tulisan yang yang lain Paulus menyebut keinginan daging ini sebagai manusia lama (Efesus 4). Dalam kata yang mudah bagi kita, keinginan daging dan sifat lama dalam kita ini adalah tabiat dan kecenderungan yang ada dalam setiap orang untuk melakukan kehendak sendiri tanpa memperdulikan apa yang telah digariskan oleh Tuhan dengan begitu jelas.

Tuhan telah menciptakan manusia untuk memuliakan-Nya (1 Kor 10: 31). Apabila kita tidak memuliakan-Nya maka kita disebut sebagai ‘tidak mengena pada sasaran’. Dosa dalam bahasa asli, Yunani’ adalah ‘harmatia’ yang bererti ‘tidak mengena pada sasaran. Sasaran kita adalah memuliakan Allah. Apabila kita tidak memuliakan Allah maka itu sudah termasuk dalam kategori ‘dosa’.

Jadi bagaimana? Bagaimana mau lawan ni keinginan daging? Anda dans aya mahu ikut Tuhan tetapi kita sering gagal dalam hal ini sehingga kita ambil keputusan tidak mahu lagi ikut Tuhan sebab apa yang kita alami hanyalah gagal gagal dan gagal lagi. Kita erasa hidup kita sangat jauh darui memuliakan Tuhan jadi lebih baik janganlah. Pernah rasa seperti itu?

Jadi bagaimana caranya? Kita dapat cara dan langkah melawan keinginan daging ini dengan melihat dan belajar dari teladan Kristus.

Markus 1: 35, Ibrani 5: 7, Ibrani 12: 3-4. Baca juga Yesaya 40: 31 dan Yudas 1: 20

Perhatikan:

Dalam Markus 1: 35, awal lagi Yesus bangun untuk berdoa. Dia bangun untuk mempersiapkan diri-Nya. Dia mahu bersedia hari yang baru ada di hadapan-Nya. Dalam keadaan sebagai manusia bisasa ketika itu, Dia memerlukan kekuatan dari Bapa Syurgawi untuk menghadapi apa pun juga tugas, cabaran dan tentangan. Dia perlu kekuatan untuk bersabar dan bertekun sehingga selesai sampai ke kayu salib. Di sana anda saya tahu Dia berseru “Sudah selesai!” Dia dapat melakukannya dengan langkah setiap hari ditangani-Nya dalam kekuatan Roh Kudus yang diutus Bapa.

Kalau kita mebuat sedikit penyelidiakan latarbelakang kita dapat tahu siapa Emperor Rome masa tu dan juga budaya hidup ketika itu. Kita dapat menggambarkan cabaran-cabaran yang Yesus (dalam keadaannya sebagai manusia) harus tempuhi dengan tabah ketika itu. Tapi cukupkalh saya katakan dalam renungan ini bahawa Yesus hadapi semua yang harus Dia hadapi dengan setiap hari datang menikmati hadirat Bapa Syurgawi dan dari situ menimba kekuatan harian...

Ibrani 5: 7

Dalam hidup-Nya sebagai manusia, Ia telah mempersembahkan doa dan permohonan dengan ratap tangis dan keluhan kepada Dia, yang sanggup menyelamatkan-Nya dari maut, dan karena kesalehan-Nya Ia telah didengarkan.

Ramai mengadu dan mengeluh kepada saya, “Susah bah ikut Tuhan, Pastor... Banyak betul godaan ni...” Di kalangan pembaca ada yang bercakap dalam hati sekarang “Ya ba, betul tu... Macam tau-tau pula si Pastor ni...” Saya tau sebab saya jugamengalaminya bah...

Dalam dunia penuh dengan kecanggihan internet dan multimedia sekarang, kita dihujani dengan pebagai maklumat. Kalau kita tidak waspada, kita akan tenggelam dan tertimbus di dalamnya dan tidak akan dapat keluar dari sana. Anda tahu apa yang saya maksudkan. Saya tidak perlu memberi contoh. Kalau anda membaca ini, anda seorang celik komputer dan anda termasuk orang-orang pintar. Kan?

Kita perlu kekuatan dari Tuhan setiap hari untuk dapat melawan keinginan daging dan melakukan kehendak Tuhan. Kalau Yesus yang tidak berdosa perlu melakukan disiplin ‘doa subuh’ ini, apakah alasan kita untuk tidak meneladani-Nya? Ada sesiapa mempunyai pendekatan yang lebih baik dan ternyata lebih berkesan?

Dalam satu hari macam-macam yang kita nampak dan macam jugalah yang datang dalam fikiran kita. Bukan tidak sering ‘dosa-dosa masa lampau’ cuba mengambil alih cara berfikir cara bertutur sikap hati dan perilaku. Tetapi kita dapat terus melangkah di dalam Dia dengan menyalibkan fikiran-fikiran dan keinginan-keinginan ke salib Kristus pada setiap saat semua itu datang ‘mengetuk’ pintu hati.

Saya teringat beberapa ayat Firman,

Ibrani 12: 2-3,

Marilah kita melakukannya dengan mata yang tertuju kepada Yesus, yang memimpin kita dalam iman, dan yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan, yang dengan mengabaikan kehinaan tekun memikul salib ganti sukacita yang disediakan bagi Dia, yang sekarang duduk di sebelah kanan takhta Allah. Ingatlah selalu akan Dia, yang tekun menanggung bantahan yang sehebat itu terhadap diri-Nya dari pihak orang-orang berdosa, supaya jangan kamu menjadi lemah dan putus asa.

Ibrani 4: 15-16

Sebab Imam Besar yang kita punya, bukanlah imam besar yang tidak dapat turut merasakan kelemahan-kelemahan kita, sebaliknya sama dengan kita, Ia telah dicobai, hanya tidak berbuat dosa. Sebab itu marilah kita dengan penuh keberanian menghampiri takhta kasih karunia, supaya kita menerima rahmat dan menemukan kasih karunia untuk mendapat pertolongan kita pada waktunya.

Yesaya 40: 31

tetapi orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN mendapat kekuatan baru: mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya; mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah.

Galatia 2: 19-20

...Aku telah disalibkan dengan Kristus;namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku. Dan hidupku yang kuhidupi sekarang di dalam daging, adalah hidup oleh iman dalam Anak Allah yang telah mengasihi aku dan menyerahkan diri-Nya untuk aku.

Mengapa bermegah dalam derita?

Jawaban:

Roma 5: 3-6

Kita malah bermegah juga dalam kesengsaraan kita, karena kita tahu, bahwa kesengsaraan itu menimbulkan ketekunan,

dan ketekunan menimbulkan tahan uji dan tahan uji menimbulkan pengharapan.Dan pengharapan tidak mengecewakan, karena kasih Allah telah dicurahkan di dalam hati kita oleh Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada kita.Karena waktu kita masih lemah, Kristus telah mati untuk kita orang-orang durhaka pada waktu yang ditentukan oleh Allah.

Selamat pagi dan Tuhan memberkati!

1 comments:

jue said...

teringat ni lagu :
kutelah mati dan tinggalkan
cara hidupku yang lama
semuanya sia-sia
dan tak bererti lagi...!!